# 2 - Keamanan Web3

<figure><img src="https://content.gitbook.com/content/fDuWRRpeQch2Nnv9hTAr/blobs/v8blAdcohmRMVxuhs05r/prof-nota-v.1.20.jpg" alt=""><figcaption><p><strong>Keamanan di Web3</strong></p></figcaption></figure>

Teknologi blockchain memberikan lapisan keamanan dan privasi tambahan menggunakan **enkripsi kriptografi** yang **end-to-end** dan mekanisme komputasi matematika seperti **zero-knowledge proof**. Meskipun begitu, ruang-waktu **Web3** mewarisi beberapa kerentanan keamanan dari pendahulunya, yaitu **Web1.0** dan **Web2.0**, yang faktornya disebabkan oleh manusia.

Masing-masing kita sudah banyak tahu, bahwa ruang-waktu **Web3** dan teknologi blockchain menyediakan platform tersentralisasi dan terdesentralisasi untuk berbagai transaksi.

<figure><img src="https://content.gitbook.com/content/fDuWRRpeQch2Nnv9hTAr/blobs/v8blAdcohmRMVxuhs05r/prof-nota-v.1.20.jpg" alt=""><figcaption><p><strong>Centralized Exchanges</strong></p></figcaption></figure>

Salah satu contohnya...

Masing-masing kita, hampir semua menggunakan platform exchange tersentralisasi (**centralized exchanges**) yang memberikan layanan bursa terpusat dengan **single point of failure** (SPOF), yaitu jika ada satu kesalahan bisa membuat keseluruhan sistem berhenti bekerja.

Konkritnya, **centralized exchanges** (CEX) seperti **FTX**, **Binance**, **Crypto dot Com**. **KuCoin**, **TokoCrypto** dan **Coinbase**, menyediaian platform untuk bertransaksi menggunakan **custodial wallet**, yang mana **public key** dan **private key** dari wallet tersebut sepenuhnya dikontrol oleh CEX.

<figure><img src="https://content.gitbook.com/content/fDuWRRpeQch2Nnv9hTAr/blobs/v8blAdcohmRMVxuhs05r/prof-nota-v.1.20.jpg" alt=""><figcaption><p><strong>Not Your Keys, Not Your Coins</strong></p></figcaption></figure>

> Not your keys, not your coins.
>
> — **Pepatah Populer**

Masing-masing kita juga bisa memilih menggunakan **decentralized exchanges** (DEX) yang terdesentralisasi **peer-2-peer**. DEX memungkinkan untuk masing-masing kita bisa mengontrol **non-custodial** wallet, **public key**, dan **private key**, lalu isinya, baik aset atau uangnya, serta keamanannya menjadi tanggung jawab utama masing-masing kita.

<figure><img src="https://content.gitbook.com/content/fDuWRRpeQch2Nnv9hTAr/blobs/v8blAdcohmRMVxuhs05r/prof-nota-v.1.20.jpg" alt=""><figcaption><p><strong>Stay Alert!!!!</strong></p></figcaption></figure>

Lalu... Lalu...!?!? Harus bagaimana masing-masing kita?!?!

Selalulah ingat, bahwa masalah keamanan di ruang-waktu **Web3** pada dasarnya diwariskan dari **Web1.0** dan **Web2.0**, meskipun ada juga masalah keamanan di tingkat protokol blockchain-nya.

Selalulah menyadari, bahwa kerentanan keamanan yang ada akan selalu digunakan untuk nge-prank, nge-trick, dan mengelabui masing-masing kita sebagai pengguna platform terdesentralisasi (**dApp**) agar masing-masing kita memberikan informasi sensitif.

Di luar sana selalu ada yang akan menjadi lebih canggih dalam upaya untuk mengkompromikan keamanan dan mengelabui masing-masing kita. Jadi, selalu menjadikan isu keamanan sebagai prioritas utama bagi masing-masing kita itu sangatlah penting.

<figure><img src="https://content.gitbook.com/content/fDuWRRpeQch2Nnv9hTAr/blobs/v8blAdcohmRMVxuhs05r/prof-nota-v.1.20.jpg" alt=""><figcaption><p><strong>Two Actors and One Victim</strong></p></figcaption></figure>

Dalam setiap teknologi yang lahir, di luar sana selalu ada 2 aktor dan 1 korban…

1. **Aktor Baik**: Mereka adalah yang memiliki niat baik, mereka membangun proyek dengan manfaat penggunaan nyata, mengedukasi komunitasnya, dan menyediakan lingkungan bermain, belajar, dan bekerja yang aman.
2. **Aktor Jahat**: Mereka adalah yang memiliki niat buruk. Mereka memanfaatkan hingga menipu orang lain yang tidak sadar. Membuat orang lain mengalami kerugian, dan bahkan merasakan kesakitan.
3. **Korban**: Mereka adalah siapa pun. Masing-masing kita bisa menjadi **korban** dari **aktor baik** dan **aktor jahat**. Sebab, hal baik, yang bagus sekali pun, tidak selalu menjamin memberikan kebaikan untuk masing-masing kita.

> Hal baik, yang bagus sekali pun, bisa memiliki kompleksitas di sistemnya dan kemasannya. Hal-hal seperti itu sering menjadikannya rentan, menjadikan hal baik menjadi tidak baik bagi orang lain.
>
> — [**Prof. NOTA v.11.0**](https://nota.endhonesa.com/)

***
